Home Terbaru Viral Bongkar Muat Sapi ‘Sadis’, Angkut Ternak mesti Pakai Kapal Khusus

Viral Bongkar Muat Sapi ‘Sadis’, Angkut Ternak mesti Pakai Kapal Khusus

Terbaru Video berita.idnpos.com Update June 16, 2022 6:20 pm

Jakarta

Ramai di media sosial terkait video kapal yg mengangkut ternak dengan metode yg sadis. Metode tersebut tidak memenuhi ketentuan perundangan di UU Peternakan.

Padahal saat ini pemerintah mendukung terciptanya kesejahteraan hewan atau animal welfare. Dengan kapal khusus ternak, maka hewan yg diangkut dapat lebih sejahtera dan juga serta aman di dalam perjalanan ke tempat tujuan.

Menanggapi hal tersebut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mendorong terwujudnya swasembada pangan di dalam hal ini daging sapi dan juga serta kerbau dengan menjamin kelancaran distribusi menggunakan moda transportasi laut.

Baca Juga :  Detik-Detik Penembakan Brutal di SD Texas, Polisi Tembak Mati Pelaku

Kapal Ternak ini sejalan dengan diberlakukannya Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang berasal dari dan juga serta Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan juga serta Perbatasan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha mengungkapkan selama hampir tujuh Tahun beroperasi, Kapal Ternak telah menunjukkan hasil yg cukup sangat baik.

“Penyelenggaraan angkutan khusus ternak mengalami peningkatan setiap tahunnya mulai berasal dari aspek armada, trayek, jumlah ternak yg diangkut sampai penambahan pelabuhan bongkar dan juga serta pelabuhan muat,” kata Arif di dalam keterangan tertulis, Hari Kamis (16/6/2022).

Saat ini terdapat enam Kapal Ternak dilayani dari KM Camara Nusantara (1, 2, 3, 4, 5 dan juga serta 6) dengan spesifikasi panjang keseluruhan kapal (LOA) ±69.78 m, lebar ±13.6 m dan juga serta kapasitas ruang muat yg mencapai 150 Ton. Kapal Angkutan Khusus Ternak dapat mengangkut ternak dengan kapasitas sebanyak 550 ekor ternak sapi.

Baca Juga :  Polrestro Jakut ringkus tiga tersangka kekerasan seksual di Pademangan

“Kapal Ternak di Tahun 2015 itu awalnya cuma terdapat 1 trayek dengan 4 pelabuhan muat dan juga serta 4 pelabuhan bongkar dengan realisasi muatan sebanyak 353 ekor,” ungkap Arif.

Selanjutnya, pada 2016 realisasi muatan ternak meningkat signifikan menjadi 8403 ekor dan juga serta sedikit menurun di Tahun 2017 menjadi 7990 ekor. “Tahun 2018 trayek Kapal Ternak bertambah menjadi 6 trayek dengan 10 pelabuhan muat dan juga serta 7 pelabuhan bongkar. Realisasi muatan pun meningkat tajam menjadi 34.134 ekor,” ujarnya.

Baca Juga :  Konferensi lingkungan PBB desak aksi demi Bumi yang sehat

Di Tahun 2019, realisasi muatan meningkat menjadi 42.726 ekor dan juga serta Tahun 2020 42.984 ekor. “Setiap Tahun bertambah karena manfaat keberadaan Kapal Ternak dapat dirasakan dari masyarakat. Selain kondisi kesehatan dan juga serta kesejahteraan hewan yg menjadi lebih sangat baik, ongkosnya serta murah karena terdapat subsidi,” jelasnya.

Apa saja fasilitas di kapal ternak? Cek halaman berikutnya.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: