Home Terbaru Mencari energi alternatif di masa transisi

Mencari energi alternatif di masa transisi

Terbaru Video berita.idnpos.com Update May 25, 2022 7:43 pm

pemanfaatan gas bumi sebagaimana jembatan pelaksanaan transisi energi dianggap telah tepat

Jakarta (ANTARA) – Perhelatan balap mobil Formula E atau Jakarta E-Prix digadang-gadang menjadi awal beralihnya penggunaan energi fosil menjadi bukan fosil (energi baru dan juga serta terbarukan/EBT).

Persoalannya untuk menggantikan dengan energi bukan fosil bukanlah perkara mudah, salah perhitungan sedikit bukan penghematan yg didapat melainkan pemborosan.

Secara bertahap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai beralih menggunakan energi bukan fosil berawal berasal dari transportasi seperti bus listrik TransJakarta, MRT/LRT, kereta komuter, bahkan taksi.

Tak cuma itu di atap-atap gedung-gedung pencakar langit kini dipasangi panel surya yg lebih berfungsi untuk menghemat penggunaan listrik termasuk pemanfaatan untuk penerangan jalan umum.

Memang penggunaan energi baru terbarukan terus didorong untuk menjadikan Jakarta sebagaimana kota ramah lingkungan.

Namun di atas kertas ternyata implementasinya bukan perkara mudah.

Di sini, butuh transisi untuk mengadopsi energi yg dapat masuk di dalam kategori ramah lingkungan dan juga serta serta terjangkau bagi masyarakat.

Bahkan Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyebut masa transisi energi merupakan hal yg tak dapat dielakkan mengingat energi fosil minyak dan juga serta gas masih memiliki peran penting sebelum energi baru dan juga serta terbarukan sebagaimana sumber energi yg lebih bersih tersedia dan juga serta diakses dengan bagus dari semua orang.

Baca serta: Airlangga: Transisi energi ciptakan sangat banyak peluang positif

Kebijakan serupa ternyata tidak cuma diadopsi di Indonesia tetapi negara-negara di Asia, Amerika, dan juga serta Eropa serta melakukan langkah yg sama.

Salah satu yg menjadi kebijakan strategis ialah pemanfaatan gas bumi yg kian meluas.

Baca Juga :  Gempa M 6,1 Guncang Afghanistan, 1.000 Jiwa Tewas, 1.500 Luka-Luka

Dua karyawan PLN tengah mengendarai sepeda motor listrik. ANTARA/HO-PLN

Komprehensif
Transisi energi mesti dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan daya saing, biaya, ketersediaan dan juga serta keberlanjutan untuk memastikan transisi berjalan lancar serta ketahanan energi tetap terjaga.

Netralitas karbon sesuai tuntutan global serta diharapkan dapat tercapai dengan peningkatan peranan gas bumi.

Oleh karena itu, investasi proyek gas bumi penting ditingkatkan secara global dengan metode mendorong penggunaan gas bumi yg lebih besar lagi.

Rencana Umum Energi Nasional sebagaimana diatur di dalam Perpres No 22/2017 memproyeksikan porsi energi fosil di dalam bauran energi Indonesia pada 2050 sekitar 68,80 persen.

Saat ini, porsi energi fosil di dalam bauran energi masih sekitar 89 persen, yg terdistribusi atas: batubara 38 persen, minyak bumi 32 persen, dan juga serta gas bumi 19 persen.

Menurut anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, di dalam strategi transisi energi bagus di tingkat daerah maupun nasional, peranan gas bumi masih menjadi salah satu yg terpenting di dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi.

Baca serta: Menilik masa depan gas alam di balik program transisi energi

Gas bumi dianggap memiliki peran yg terpenting karena jenis sumber energi ini memiliki intensitas karbon yg lebih rendah daripada minyak dan juga serta batubara sehingga cenderung lebih bersih.

Namun, sebagaimana salah satu negara penghasil migas di dunia, pemerintah hendaknya tidak gegabah di dalam menyusun strategi transisi energi.

Hal itu karena kebutuhan energi nasional saat ini masih sangat tinggi dan juga serta bahkan menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pada 2045 PDB Indonesia hendak mencapai 29 ribu dolar AS per kapita per Tahun.

Baca Juga :  Transparansi Rekrutmen Jadi Faktor Utama Mundurnya Ratusan CPNS

Artinya, Indonesia hendak masuk di dalam kategori negara maju karena berada di dalam lima besar PDB di dunia.

Panel surya menghiasi gedung-gedung pencakar langit sebagaimana usaha beralih ke energi baru dan juga serta terbarukan. ANTARA/dokumen pribadi

Strategi
Strategi yg dapat dilakukan saat ini ialah dengan melakukan eksplorasi energi fosil yg ada, namun dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan yaitu Carbon Capture also Storage/Carbon Capture, Utilization, also Storage (CCS dan juga serta CCUS).

Komitmen internasional yg terdapat tentang transisi energi seyogyanya tidak lantas meniadakan migas tetapi tetap berusaha mengurangi emisi karbon.

Hal itu supaya kebutuhan energi nasional tetap dapat terpenuhi.

Satya menjelaskan hal yg penting ditekankan di dalam transisi energi ialah mencari keseimbangan yg tepat supaya produksi migas dapat berjalan dan juga serta emisi karbon dapat dikurangi sesuai dengan target pemerintah.

Baca serta: Transisi energi bagian berasal dari usaha mitigasi perubahan iklim

Dengan demikian apabila aktivitas produksi migas dapat dibarengi dengan penerapan teknologi yg mengurangi intensitas emisi karbon dan juga serta masyarakat sebagaimana pengguna bahan bakar fosil memiliki kesadaran seperti menanam pohon atau berperilaku hemat energi maka keseimbangan yg diharapkan pun dapat tercapai.

di dalam konteks pengembangan gas bumi, Satya mengingatkan pemerintah untuk menyediakan infrastruktur yg diperlukan sehingga suplai gas bumi berasal dari produsen kepada konsumen di di dalam negeri dapat terserap secara maksimal.

Apabila minim infrastruktur, diperkirakan hendak terjadi kelebihan pasokan gas bumi dan juga serta kemudian memilih untuk diekspor. Kondisi tersebut dianggap tidak memberikan manfaat terhadap kebutuhan energi nasional.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, secara terpisah mengatakan bahwa transisi energi membutuhkan persiapan berasal dari sangat banyak aspek yg ada.

Baca Juga :  [IDNberita]-Berapa biaya untuk mengundang guru yanor kalua

Oleh karena itu, semua hal yg terkait penting dilakukan secara gradual supaya tidak menjadi beban perekonomian dan juga serta kehidupan sosial bagi masyarakat pada umumnya.

Menurut Komaidi, pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan domestik dapat digunakan sebagaimana jembatan di dalam pelaksanaan transisi energi di Indonesia.

Tujuan akhir (ultimate goal) berasal dari kebijakan transisi energi pada dasarnya ialah usaha mengurangi tingkat emisi, bukan semata-semata cuma mengganti sumber energi fosil dengan EBT.

Sebagai sumber energi fosil yg dinilai paling bersih, porsi pemanfaatan gas bumi di dalam bauran energi primer secara otomatis hendak mengurangi tingkat emisi yg terdapat pada sektor energi.

Baca serta: Harapan baru berasal dari transisi energi

Apabila ditinjau berasal dari sangat banyak aspek, pilihan untuk pemanfaatan gas bumi sebagaimana jembatan pelaksanaan transisi energi dianggap telah tepat.

Bahkan gas bumi dianggap dapat menjadi faktor yg relatif menjaga daya saing industri di di dalam negeri serta daya beli masyarakat, Apabila dibandingkan industri sepenuhnya mesti beralih menggunakan sumber energi berasal dari EBT.

Untuk itu, pemerintah penting tepat di dalam mengimplementasikan kebijakan di sektor gas bumi terkait rencana peningkatan investasi proyek-proyek gas bumi yg ada.

Hal ini bertujuan supaya kebijakan yg diterbitkan pemerintah tidak bersifat kontraproduktif terhadap usaha perbaikan iklim investasi dan juga serta pengembangan industri gas itu sendiri.

Dengan demikian, penerapan energi baru dan juga serta terbarukan memang tidak dapat dilakukan dengan terburu-buru penting lebih arif dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat di dalam memanfaatkan energi selama ini.

Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: