Home Terbaru Konon Landa Startup, Apa Itu Fenomena Bubble Burst?

Konon Landa Startup, Apa Itu Fenomena Bubble Burst?

Terbaru Video berita.idnpos.com Update May 29, 2022 6:18 pm

Jakarta

Ledakan gelembung atau bubble burst sedang ramai diperbincangkan di Indonesia. Hal itu disinyalir sebagaimana penyebab para perusahaan rintisan (startup) mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para karyawannya.

Dilansir berasal dari Investopedia, Hari Minggu (29/5/2022), bubble burst ialah pertumbuhan ekonomi yg ditandai dengan nilai market naik sangat cepat, terutama pada harga aset. Di sisi yg lain, inflasi yg cepat itu kemudian diikuti dari penurunan nilai yg cepat serta atau kontraksi.

Baca Juga :  [IDNberita]-Olla Ramlan Resmi Mendapatkan Hak Asuh Anak, Segini Biaya Aufar untuk Menafkahi Sang Buah Hati

Itulah yg kemudian disebut sebagaimana bubble burst atau ledakan gelembung. Biasanya, gelembung yg disebabkan lonjakan harga aset didorong dari perilaku market yg tinggi.

Aset biasanya diperdagangkan pada harga atau di dalam kisaran harga yg jauh melebihi nilai intrinsik aset. Dengan kata yg lain, harga tidak selaras dengan dasar aset.

Bubble burst terjadi setiap kali harga barang naik jauh di atas nilai riil barang tersebut. Fenomena ini biasanya dikaitkan dengan perubahan perilaku investor.

Baca Juga :  [IDNberita]-06/19 Stay Hobble Denys Davydov Update from Ukraine

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan kondisi ini didorong fakta sulitnya startup mencari pendanaan saat ini. Sementara untuk meraih pengguna, rata-rata startup mesti melakukan ‘bakar uang’.

“Pendanaan ke sini serta kian sulit, apalagi untuk layanan yg telah melewati fase pertumbuhannya seperti e-commerce, pembayaran digital, travel dan juga serta edukasi, digantikan dengan arah baru startup yg mengusung kecerdasan buatan, big data analytic, internet of things, maupun metaverse,” kata Heru kepada detikcom, ditulis Hari Minggu (29/05/2022).

Baca Juga :  DKI heran dengan peredaran minuman beralkohol di Holywings

Heru menambahkan bahwa saat ini memang sangat banyak startup telah membuktikan keuntungan konsisten, tetapi perjalanan masih berat karena terdapat pengembalian pendanaan kepada investor. Dengan adanya kondisi tersebut, PHK menjadi salah satu pilihan dan juga serta solusi bagi para startup untuk bertahan.

“LinkAja, Zenius, memang cukup berat karena pemain utamanya telah jauh di depan. apabila mau maju mesti kuat bakar uang,” tuturnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: