Home Terbaru Jangan Kaget Tagihan Listrik Bulan Ini Naik, Mungkin Ini Biang Keroknya

Jangan Kaget Tagihan Listrik Bulan Ini Naik, Mungkin Ini Biang Keroknya

Terbaru Video berita.idnpos.com Update June 17, 2022 6:19 pm

Jakarta

PT PLN (Persero) menyampaikan pembayaran rekening listrik di sektor rumah tangga kemungkinan naik bulan ini. Namun, penyebabnya bukan karena kebijakan pemerintah yg menaikkan tarif listrik.

Direktur Niaga dan juga serta Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan pembayaran listrik itu dihasilkan berasal dari volume listrik yg digunakan lalu dikalikan tarif yg berlaku. Artinya pembayaran listrik bergantung berasal dari pemakaian listrik masyarakat.

Di bulan ini, menurutnya, penggunaan listrik hendak besar, penyebabnya lantaran telah memasuki masa libur sekolah. Aktivitas rumah tangga akhirnya menjadi meningkat, penggunaan listrik seperti untuk AC dan juga serta menonton TV hendak lebih sering. Hal ini yg disinyalir hendak membuat pembayaran listrik membengkak.

Baca Juga :  GoTo Raih Pendapatan Rp 5 T di Kuartal I 2022

“Nanti mungkin di bulan ini hendak terbit rekening, tiba-tiba naik pembayarannya. Naik pembayaran dapat karena apa? Karena volumenya. Anak sekolah mulai libur,” katanya, di dalam bincang virtual Forum Merdeka Barat 9, Hari Jumat (17/6/2022).

Atas dasar itu, ia meminta masyarakat untuk tidak menuduh pemerintah menaikkan tarif, bila nantinya saat pembayaran naik lebih berasal dari biasanya. “Tiba-tiba Ia ngadu ‘Pak, kok, pembayaran saya naik? Wah ini bohong ini. Pemerintah ini bohong'” imbuh dia.

Baca Juga :  [IDNberita]-TABUNGAN BSI TANPA BIAYA ADMIN BULANAN || CARA BUKA REKENING BSI TANPA ADMIN || BSI EASY WADIAH

Ia menegaskan tidak terdapat kenaikan tarif listrik Juni ini. “Tidak hendak naik tarif apapun itu. Tidak hendak disesuaikan pada bulan ini. Tidak ada,” ujarnya.

Adapun kenaikan listrik diberlakukan di 1 Juli 2022 yg diperuntukkan untuk untuk pelanggan dengan golongan 3.500 VA ke atas (R2 dan juga serta R3) dan juga serta golongan pemerintah (P1, P2, dan juga serta P3) atau golongan pelanggan nonsubsidi

Baca Juga :  [IDNberita]-berapa biaya modifikasi Vixion jadi R15 terbaru

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan kenaikan itu dipengaruhi faktor kurs, inflasi, harga minyak mentah (ICP), dan juga serta harga batu bara.

“ICP dan juga serta inflasi mempengaruhi tarif adjustment diberlakukan mulai triwulan ketiga Tahun 2022,” ujarnya.

Simak Video “Jokowi Optimistis Harga Mobil Listrik Bakal Murah Seiring Berkembangnya Teknologi
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: