Home Terbaru Harga Batu Bara Naik, 6 Konglomerat Ini menjadi Makin Tajir

Harga Batu Bara Naik, 6 Konglomerat Ini menjadi Makin Tajir

Terbaru Video berita.idnpos.com Update May 25, 2022 7:44 pm

Jakarta

Harga batu bara diperkirakan hendak kian melesat berkat tingginya permintaan berasal dari India dan juga serta Eropa. Harga batu bara diperkirakan masih hendak melambung dan juga serta bertahan di level US$ 400 per ton pada pekan ini.

Melansir berasal dari CNBC Indonesia, pada pekan lalu harga batu kontrak Juni di market ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 421,15 per ton. Menguat 16,4% di dalam sepekan. Kenaikan ini jauh lebih besar dibandingkan penguatan pada pekan sebelumnya yaitu 0,9%.

Kenaikan harga komoditas ini tentu hendak berimplikasi positif pada kinerja emiten pertambangan batu bara. Reli panjang penguatan harga batu bara telah tercermin pada laporan keuangan emiten batu bara nasional yg ramai-ramai membukukan peningkatan pendapatan dan juga serta kinerja laba yg fantastis.

Berdasarkan laporan berasal dari tim riset CNBC Indonesia, berikut beberapa pihak yg diuntungkan berasal dari kenaikan harga batu bara dunia:

1. Kiki Barki

Salah satu pengusaha nasional yg hartanya melejit karena reli harga batu bara Tahun ini ialah Keluarga Barki, pemilik emiten pertambangan batu bara PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Menurut laporan keuangan perusahaan yg terbit di situs Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan emiten yg ia kendalikan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sampai 114% menjadi US$ 336,17 juta (Rp 4,82 triliun) berasal dari semula cuma US$ 157,82 juta.

Pendapatan yg meningkat drastis mendorong kinerja laba bersih yg sepanjang Tahun lalu meningkat 25,71% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 74,30 juta atau setara dengan Rp 1,06 triliun, berasal dari laba bersih US 59,14 juta pada periode yg sama Tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Swedia catatkan inflasi tertinggi dalam tiga dekade

Tahun lalu, nama Kiki Barki akhirnya muncul kembali di dalam daftar 50 orang terkaya RI setelah absen tujuh Tahun. Kekayaan bersihnya Tahun lalu ditaksir mencapai US$ 1,6 miliar atau setara dengan Rp 22,96 triliun (kurs Rp 14.350/US$) dan juga serta bertengger di posisi 27 orang terkaya di Indonesia.

Sedangkan menurut data real time yg serta dikumpulkan dari Majalah Forbes, kekayaan Kiki Barki saat ini kembali meningkat berasal dari akhir Tahun lalu dengan angkanya ditaksir mencapai US$ 2 miliar (Rp 28,7 triliun).

Senada dengan pendapatan dan juga serta laba yg meningkat, harga saham HRUM serta mengalami kenaikan signifikan. Meski sejak awal Tahun sahamnya ‘hanya mampu’ naik 16,46%, hendak tetapi di dalam setahun terakhir saham perusahaan ini telah meningkat 123%.

2. Low Tuck Kwong

Dato’ Dr. Low Tuck Kwong, dilahirkan di Singapura 17 April 1948 dan juga serta berganti kewarganegaraan menjadi WNI pada 1992 memperoleh pundi-pundi berasal dari kepemilikan saham di PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Titik balik kesuksesannya terjadi pada Tahun 1997 saat ia mengakuisisi tambang batu bara pertamanya yaitu PT Gunungbayan Pratamacoal.

BYAN merupakan emiten batu bara dengan kapitalisasi terbesar di bursa domestik. Tercatat kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 145 triliun, lebih besar berasal dari Adaro Energy – tanpa memperhitungkan Adaro Minerals – ataupun emiten tambang batu bara pelat merah PTBA.

Akhir Tahun lalu, Majalah Forbes menempatkan Low Tuck Kwong di posisi ke-18 orang terkaya di Indonesia dengan harta bersih ditaksir mencapai US$ 2,55 miliar.

hendak tetapi sampai Hari Rabu (6/4), menurut data real time billionaire berasal dari publikasi yg sama, harta Low Tuck kini menyentuh US$ 4 miliar atau bertambah Rp 20,80 triliun (US$ 1,45 miliar) di dalam satu kuartal. saat ini ia tercatat sebagaimana orang terkaya keenam di Indonesia.

Baca Juga :  [IDNberita]-SUSAH BANGET YA BIKIN VIDEO AESTHETIC DI DALAM SELOKAN AIR #shorts

Adapun saham yg dimiliki sepanjang Tahun ini telah tumbuh lebih berasal dari 60%, sedangkan di dalam setahun terakhir harganya telah melonjak sampai 240%.

3. Boy Thohir, TP Rachmat dan juga serta Edwin Soeryadjaya (Kongsi Adaro)

Saudara menteri BUMN RI, Garibaldi Thohir dengan TP Rachmat dan juga serta Edwin Soeryadjaya mendirikan emiten raksasa PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), yg saat pertama kali melantai di bursa Tahun 2008 silam sukses memperoleh dana IPO terbesar sepanjang sejarah yg baru-baru ini rekornya dipecahkan dari Bukalapak.

Lokasi penambangan Adaro tersebar di Pulau Sumatra dan juga serta Kalimantan, selain itu terdapat serta situs penambangan berlokasi di Australia yg baru diakuisisi Tahun 2018 lalu.

Beberapa perusahaan pertambangan di bawah Adaro Group antara yg lain PT Mustika Indah Permai (MIP), PT Bukit Enim Energi (BEE), Adaro Metcoal Companies (AMC), PT Bhakti Energi Persada (BEP) dan juga serta sangat banyak lagi.

Data real time billionaire Forbes mencatat TP Rachmat sebagaimana taipan terkaya nomor 12 di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$ 2,00 miliar atau setara dengan Rp 28,6 triliun.

Akhir Tahun lalu, Majalah Forbes menempatkan Boy di posisi ke-17 orang terkaya di Indonesia dengan harta bersih ditaksir mencapai US$ 2,6 miliar.

Saat ini tentu hartanya terus bertambah, mengingat salah satu perusahaan yg dimiliki ikut melantai dan juga serta mencatatkan kinerja saham terbaik di bursa. Adaro Minerals sahamnya tercatat telah naik 2.390% sejak pertama kali diperdagangkan publik.

Sementara itu Adaro Energy (ADRO) sahamnya telah naik 35% sejak awal Tahun ini dan juga serta melonjak sampai 140% di dalam setahun terakhir.

Baca Juga :  Malaysia pilih 25 perusahaan rekrutmen Bangladesh hindari monopoli

4. Keluarga Bakrie

Grup Bakrie tercatat memiliki bisnis di hampir semua sektor penting perekonomian. Gurita bisnis Grup Bakrie mencakup bisnis pertambangan, energi, infrastruktur, jasa keuangan, kesehatan, telekomunikasi, media, perkebunan sampai teknologi.

Roda bisnis bidang pertambangan milik Grup Bakrie dilaksanakan dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yg mana ketiga anak Nirwan Bakrie yg baru-baru ini dipanggil satgas BLBI menjabat posisi penting di Grup Bumi, mulai berasal dari jabatan presiden direktur sampai anggota komisaris.

BUMI mengendalikan dua raksasa tambang batu bara Tanah Air yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan juga serta PT Arutmin Indonesia. sampai akhir kuartal ketiga Tahun lalu pendapatan BUMI meningkat 13% menjadi US$ 666,18 juta, sedangkan perusahaan mampu memperoleh laba bersih US$ 63,70 juta berasal dari semula mengalami kerugian US$ 137,25 juta pada akhir September 2020 lalu.

5. Patrick Walujo sampai LBP

Selain yg telah disebutkan di atas masih terdapat beberapa konglomerasi besar penguasa industri batu bara nasional, seperti Grup Sinarmas milik Keluarga Widjaja yg serta memiliki usaha tambang batu bara yg berlokasi di Berau, Kalimantan Timur yg bisnisnya dijalankan dari PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

Beberapa pemain besar lainnya termasuk PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yg sepanjang 2022 sahamnya menguat 33%, Delta Dunia Makmur (DOID) yg dimiliki dari Patrick Walujo via Northstar sejak awal Tahun sahamnya serta ikut naik 91% sampai emiten milik Luhut Binsar Pandjaitan, TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yg di dalam setahun terakhir sahamnya telah menguat sampai 130%.

(fdl/fdl)

Sumber Referensi & Artikel : Berbagai Sumber
Saksikan video pilihan berikut ini: